Kesain Permata

Jumat, 27 Juni 2014

konflik

Setiap relasi tentu berpotensi menghasilkan suatu konflik/perseteruan/perselisihan apalagi memang bukan relasi tapi rivalitas seperti yang ramai diperbincangkan di berbagai media belakangan ini; Siapa lagi kalau bukan "Si Nomer 1" dan "Si Nomer 2". Terlepas dari mana yang lebih baik satu sama lain, kita bisa melihat  "konflik" terlihat jelas tidak saja di kedua kubu baik itu Tim sukses masing-masing, media, massa pendukung tapi bahkan mungkin "Perbedaan Pendapat" mengenai ini bisa jadi juga terjadi di keluarga kita sendiri..

Konflik berasal dari kata kerja Latin "configere" yang berarti saling memukul, tidak heran konotasi konflik ini begitu negatif... :) Tapi suka tidak suka, konflik pasti akan selalu berpotensi hadir. Kita memang manusia yang by default berdosa, kita cenderung "saling memukul". Bisa saja itu antar sesama pengurus permata misalkan, tentunya tidak saling memukul tapi ketika perbedaan pendapat, pengertian atau mungkin ketika kita merasa kurang dihargai atau merasa berjuang sendiri, hal-hal seperti itu bisa jadi menimbulkan konflik. Masalah yang tidak ditangani dengan benar akan menimbulkan konflik.. dan konflik bisa melahirkan perpecahan meski kadang pemicunya bahkan bisa saja hal yang sangat kecil sekalipun. Seperti sebatang korek api yang bisa menghanguskan padang rumput yang luas, demikian juga masalah jika tidak kita kelola dengan baik bisa menghanguskan kesatuan komunitas kita.


"Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Kristus telah mengampuni kamu."
~Efesus 4:32

Dalam doa Bapa kami, Tuhan Yesus juga mengajarkan tentang mengampuni orang lain sebagai syarat untuk diampuni. Karena kalau dosa kita yang begitu besar sekalipun sudah diampuni bagaimana kita tidak bisa mengampuni kesalahan orang lain. Ketika "ke-akuan" kita, tindakan kita atau perkataan kita yang tajam membuat orang lain "terluka" apa yang harus kita lakukan? Sudah kah kita berdamai dengan musuh-musuh kita, dengan orang yang mengasihi kita tapi yang justru sering kita lukai, atau apakah kita sudah berdamai dengan Allah?

~

Tuhanku, bila hati kawanku
terluka oleh tingkah ujarku,
dan kehendakku jadi panduku,
ampunilah.


Jikalau tuturku tak semena

dan aku tolak orang berkesah,

pikiran dan tuturku bercela,
ampunilah.

Dan hari ini aku bersembah
serta padaMu, Bapa, berserah,
berikan daku kasihMu mesra.
Amin, amin.
~


Yuk.. kita belajar bersama dalam PA Permata Cijantung yang akan di adakan pada :

Hari/Tanggal : Sabtu ,28 Juni 2014 
Tempat : Aula GBKP Runggun Cijantung
Waktu : Pukul 18.00 WIB (Jam 6 Sore) s/d Selesai
Thema : "MANAGEMEN KONFLIK"
Pembicara : Bang Kawas R Tarigan
Tuan Rumah : Permata Sektor KOLOSE

Ajak teman, pacar atau calon pacar :D, mari berfellowship sambil menginvestasikan waktu kita untuk hal yang bernilai kekal, bersekutu dengan Allah. 

Come & Worship with us


~Pengurus Permata Cijantung








Jumat, 07 Februari 2014

Love, Dating & Marriage

Ciee in relationship nih yee.. makan-makan dong?!!!
Sounds familiar with that reaction?hahaha, yup status. Sekali lagi S-T-A-T-U-S. Statuisasi ini memang kerapkali membuat pergalauan hati menjadi termonopoli oleh rasa sendu :D. Udah mau tanggal 14 feb nih, udah siapin coklat atau boneka teddy bear? atau masih sama saja sperti tahun lalu? Single? hahaha #ngajakribut.

Jumat, 18 Oktober 2013

Reformasi Gereja : Mulailah dari diri sendiri!

Sekitar tahun 1517, seorang pastur muda menancapkan secarik kertas di depan pintu Katedral di Wittenberg Jerman, yang berisi 95 Dalil sebagai protesnya atas kebobrokan gereja dimasa itu. Dia lah Martin Luther, yang memilih untuk berbuat sesuatu untuk suatu kesalahan yang dia lihat terjadi di gerejanya dimana "pembangkangan" terhadap Gereja bukanlah sesuatu yang kebanyakan orang berani lakukan. Kita bisa lihat sejarah bagaimana Gereja dimasa itu begitu berkuasa bahkan menghukum seseorang. Karna ketakutan yang sama juga lah akhrinya Martin Luther disembunyikan di sebuah kastil tua terpencil untuk menghindarikannya dari "polisi gereja". Dan dari sanalah Luther menikmati Kasih dan Keslamatan yang dari Allah. Ketakjubannya kepada karya keslamatan dan kekuatan Injil Allah itu lah yang membuatnya menggubah Mazmur 46 menjadi lagu "A Mighty Fortress Is Our God" (Allahmu Benteng Yang Teguh), mengubah ketakutannya menjadi kesiapan yang sangat bagi pelayanan Injil. Semasa hari-hari hening, doa dan studi Alkitab, Luther mulai menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Jerman. Ia kokoh percaya bahwa “semua orang harus bisa membaca firman Allah bagi diri mereka sendiri.” Pada masa itu Alkitab standar ditulis dalam bahasa Latin, yang hanya bisa dibaca oleh para rahib.

 
Dari Jerman Reformasi itu menjalar hingga keseluruh benua bahkan hingga kita bisa menikmati ibadah di GBKP hari ini secara tidak langsung Allah telah memakai tangan yang memakukan 95 dalil di pintu Katedral itu. Reformasi tidak pernah berhenti pada status quo karna perubahan yang berhenti bukanlah perubahan. Tentu kearah yang lebih baik untuk menghadapi tantangan jaman, supaya kita jangan tergilas  oleh jaman itu sendiri..
Estafet itu ada ditangan kita. Ada banyak pekerjaan yang menunggu kita untuk kita kerjakan untuk kemuliaan Tuhan, apa yang akan kita lakukan? mengumpat dan mengkritisi sajakah? atau mulai melihat diri, dimana kita lalai tidak ambil bagian bagi pemenuhan kebaikan itu?

Mari kita bersama menikmati PA Permata Cijantung di :
Hari/ Tanggal    : Minggu, 20 Oktober 2013
Tempat              : Gereja GBKP Cijantung
Waktu                : 11.00 WIB s/d Selesai
Thema                : REFORMASI GEREJA: Mulailah dari diri sendiri!
Tuan Rumah       : Permata Sektor Galatia

Be there guys!!

Tuhan Yesus Memberkati!
Pengurus Permata Cijantung


Kamis, 15 Agustus 2013

100 % Cinta Indonesia?

 "Kita ini kaum minoritas!" mungkin istilah ini sering sekali kita gunakan, parahnya mungkin sudah jadi menjadi penyebab untuk tidak mencintai negri ini. Semoga saja tidak. Karena menjadi seorang Kristen berbangsa Indonesia bukanlah menjadi penghalang. Bahkan sejarah berdirinya negri ini juga tidak lepas dari perjuangan seorang Kristen yang berbangsa Indonesia. 

Mr. Alexander Andries Maramis misalnya, beliau adalah salah satu founding father negara kita ini. A.A Maramis merupakan anggota dari KNIP dan BPUPKI. Beliau juga merupakan salah satu dari Panitia Sembilan yang dibentuk pada 1 Juni 1945 untuk merumuskan Dasar Negara Republik Indonesia, yang sekarang kita kenal dengan PANCASILA. Beliau juga merupakan Menteri Keungan Pertama Indonesia.

Atau Dr. Johannes Leimena, beliau adalah seorang Pahlawan Nasional yang ikut mempersiapkan Kongres Pemuda pada tahun 1928 yang melahirkan Sumpah Pemuda. Beliau menjabat sebagai Menteri paling lama dalam sejarah Indonesia yaitu 21 Tahun berturut-urut tanpa pernah terputus. Beliau pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Indonesia, bahkan Presiden Soekarno pernah mempercayakan kepada Jo Leimena untuk menjabat Pejabat Sementara Presiden sampai lebih dari lima kali. Om Jo bersama teman-temannya juga merupakan Pelopor berdirinya Parkindo (Partai Kristen Indonesia), GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia), DGI (Dewan Gereja Indonesia yang sekarang kita kenal dengan PGI). Dan masih banyak sekali tokoh-tokoh Kristen yang memberi sumbangsih besar bagi bangsa ini : Adisucipto, D.I Panjaitan, dan lain-lain. Jadi kita bukan warga kelas dua di negri ini.. bangsa ini milik kita bersama.


Meski tanggal 17 Agustus 2013 tidak terasa sudah 68 tahun Indonesia merdeka, merdeka dari penjajahan bangsa asing, namun tidak bisa kita pungkiri bahwa kita belum sepenuhnya merdeka dari penjajahan bangsa sendiri. "Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri." Sepertinya petikan kata-kata Bung Karno itu terbukti sudah.


Masih beberapa hari yang lalu seorang "akademisi"  tertangkap tangan oleh KPK menerima suap sekitar Rp. 8 M, meskipun belum terbukti di pengadilan namun fakta ini sungguh miris. Kasus Gayus yang jayus itu, Lapas yang harusnya menjadi tempat menghukum para pelaku narkoba justru menjadi pabrik narkoba, dan banyak fakta-fakta miris lain yang masih bisa kita daftarkan tanpa titik.


68 tahun memang bukan waktu yang cukup lama jika dibandingkan dengan 237 Tahun kemerdekaan Amerika. tapi kalau kita coba bercermin dari negara-negara yang sebaya dengan negara kita, Korea selatan atau India misalnya.. wah kita sepertinya cukup tertinggal jauh. Diawal 1950an Korea Selatan merupakan salah satu negara miskin, sejajar dengan negara-negara afrika. Tapi, 60 tahun berikutnya kita bisa lihat bagaimana Korea Selatan hampir menguasai ekonomi regional bahakan dunia. Siapa yang tidak kenal dengan Samsung, LG, Hyundai. Korea, juga tercatat sebagai bangsa dengan kecepatan pertumbuhan ekonomi tercepat sepanjang sejarah.
 Kota Soul awal tahun 1950
Kota Jakarta 2013  Bantaran Kali Ciliwung

Dari negara-negara yang bergerak maju bak MRT itu kita sebut saja, Korea Selatan, India, China mereka punya setidaknya 1 kesamaan. Mereka mencintai negara mereka, mencintai produk-produk negara mereka. Kita ingat bagaimana Mahatma Gandhi, seorang ahli hukum terpelajar yang mempelopori gerakan bela bangsa melalui ajaran Swadeshi yaitu Cinta produk dalam negri. Dia mau mengganti jas necisnya dengan kain yang dia tenun sendiri. Dia menolak menggunakan produk barat kalau itu berarti memiskinkan bangsanya sendiri. Kita tidak akan sulit menemukan warga India diaspora dimana mereka tidak pernah malu menggunakan sari. atau bagaimana bangganya orang korea menggunakan produk-produk elektronik mereka.
Jadi, bagaimana dengan kita?
Nah mari kita diskusikan bersama di PA PERMATA Cijantung, yang akan dilaksanakan pada :

Hari/ Tanggal : Minggu, 18 Agustus 2013
Waktu           : 11.00 WIB s/d Selesai
Tempat          : Aula GBKP Cijantung
Thema           : 100 % Cinta Indonesia
Pembicara     : Letjen (Purn) Amir Sembiring Depari



"Usahakanlah  kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu."  (Yeremia 29 :7)

Ota Dage Teman, ula ketadingen!

Mejuah-juah

Pengurus Permata Cijantung

Senin, 22 Juli 2013

TALENTA; antara Ke-MAMPU-an atau Ke-MAU-an



Ajang pencarian bakat memang selalu menarik untuk diperhatikan karna selain menghibur, kita bisa melihat bakat-bakat yang "tidak biasa" dari orang-orang yang "biasa". Mungkin kita masih ingat Connie Talbot, seorang gadis kecil yang menggemparkan Britain's Got Talent dengan suaranya yang manis dan merdu, atau Tante Susan Boyle dengan "I Dreamed a Dream"-nya yang menggelegar?, atau kisah sedih ala Film Korea, si Sung Bong Choi di Korea's Got Talent, seorang Tunawisma miskin yang akhirnya mampu mempertontonkan kepiawaiannya bernyanyi. Tentu masih banyak lagi teman-teman bisa tambahkan sendiri. Tapi di PA kita kali ini kita bukan mau membuat ajang Permata's Got Talent tentunya :D

Di kitab Matius 25:14-30, Tuhan Yesus menceritakan tentang Kerajaan Sorga dengan sebuah perumpamaan tentang Talenta. Dimana sang Tuan mempercayakan Talenta kepada hamba-nya: Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. Dalam zaman Perjanjian Baru satu talenta merupakan ukuran jumlah uang yang sangat besar nilainya, yaitu 6000 dinar (Satu Dinar kira-kira setara dengan 4 gram emas).

Sekecil apapun itu, setiap kita Tuhan sudah titipkan "Talenta" untuk kita kelola masing-masing, jadi tidak ada alasan bagi kita untuk berdalih tidak mampu, maka tidak ada respon lain selain taat kepada panggilan Allah. Mau-kah kau?


So, yuk kita ramaikan PA kita kali ini yang akan dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal       : Minggu, 28 Juli 2013
Waktu                  : 11.00 Wib s/d Selesai
Tuan Rumah       : Permata Sektor Efesus

Pembicara kita adalah Bang Jakup Peranginangin, seorang pelayan musik full time dari GBKP Pamulang.

Jangan lupa hadir tepat waktu dan bawa Alkitab ya teman-teman!

"Sebab itu aku akan memuliakan Engkau di antara bangsa-bangsa dan menyanyikan mazmur bagi nama-Mu." ~Mazmur15:9b

Jumat, 12 Juli 2013

Sela, (berhenti sejenak)

Kata Sela (bahasa Ibrani: סֶלָה, juga ditulis selāh; bahasa Inggris: Selah) yang digunakan dalam Kitab Mazmur dan Kitab Habakuk diyakini sebagai tanda musik ibadah atau petunjuk pembacaan teks, seperti "berhenti dan dengarkan". "Selah" juga dipakai untuk mengindikasikan jeda antara bagian-bagian mazmur. Amplified Bible menyatakan Selah sebagai "pause, and think of that" (="istirahat, dan merenungkannya").

Di PA kita minggu ini, kita juga akan mencoba untuk berhenti sejenak dan merenungkan satu semester yang telah berlalu di persekutuan kita. Belajar untuk mundur sesaat dan melihat kebelakang, "menyetem" kembali senar-senar program-program kita apakah masih sesuai dengan "nada dasar" yang Tuhan mau. Berhenti dan mendengarkan apa yang Tuhan mau untuk kita kerjakan di satu semester yang akan datang.





Mari bersama kita menyediakan waktu Sela kita untuk dengar apa yang Tuhan mau, mengevaluasi, bersama mengerjakan dan mendoakan Program Kerja Permata Cijantung di PA Permata Cijantung, Pada :

Hari/Tanggal   : Minggu, 14 Juli 2013
Waktu              : 11.00 WIB s/d Selesai
Tempat            : GBKP Cijantung
Tuan Rumah   : Permata Sektor Galatia.
Persekutuan Doa dan Evaluasi Program Permata Cijantung

“He has a right to criticize, who has a heart to help.”
(Yang berhak mengkritik adalah orang-orang yang punya hati untuk menolong)
Abraham Lincoln






Rabu, 03 April 2013

PEDULIKAH ENGKAU?


Bayangkan sebuah cerita kolosal, dimana seorang Perwira Romawi yang gagah, berbaju jirah lengkap dengan helm perang, pedang dengan menaiki seekor kuda dikawal oleh prajuritnya mendatangi seseorang. Pastilah dipikiran kita dia akan mengerjakan sesuatu yang luar biasa penting, mungkin menangkap penjahat kelas kakap atau sedang menaklukkan suatu kerajaan di negri jauh. 



Tapi tidak kali ini, sang Perwira datang tidak lain hanya karna salah seorang hambanya, ingat hambanya bahkan bukan salah satu prajuritnya, "hanya" hamba biasa. Sungguh perwira yang unik. Belakangan justru kita sering mendengar berita miring seputar "Perwira" di negri kita ini, ntahkah "Rekening Gendut", "Harta dan Istri simpanan Jendral" dll :D. 

Sang perwira romawi yang dimasa itu dikatakan kafir bagi orang Yahudi, mau datang kepada Tuhan Yesus untuk memohon kesembuhan bagi hamba-nya. Dia tidak meminta salah satu prajurit atau suruhannya untuk meminta tolong kepada Tuhan Yesus, tapi dia datang sendiri dengan kerendahan hati memohon kesembuhan bagi hambanya. Pastilah dia peduli dan mengasihi hamba dan prajurit-prajuritnya. Tidak salah lagi dia punya jiwa kestaria.
Namun si Centurion tidak berhenti mengejetukan kita, bahkan Tuhan Yesus pun memujinya. Dia memiliki iman yang besar, dia percaya kepada Tuhan Yesus bahwa Dia sanggup menyembuhkannya hanya dengan sepatah kata. kita harus bareng-bareng bilang WOW :D


So, di PA kita kali ini (Minggu 07 April 2013), kita akan belajar bersama dari tokoh perwira tanpa nama ini tentang bagaimana kita juga seharusnya bisa perduli dan mengasihi sesama kita, bahkan sesama yang paling kecil sekalipun. Karna Tuhan Yesus sudah lebih dahulu mengasihi dan peduli sama kita. Kita akan belajar bagaimana seorang "kafir" bahkan disebut Tuhan Yesus memiliki iman yang besar...
so, jangan sampai ketinggalan. karena kabar burungnya teman kita permata sektor Galatia juga sudah mempersiapkan segala sesuatu menjadi luar biasa (makanan-nya juga kabarnya enak-enak :D)
do not missed it